Jual Tepung Kayu Jati

PT INDRATMA SAHITAGUNA menyediakan penjualan tepung kayu jati

Jual Tepung Batok

PT Sinar Matahari menyediakan penjualan tepung batok

Jual Tepung Lengket

PT INDRATMA SAHITAGUNA menyediakan penjualan tepung lenget

Jual Tepung Onggok

PT INDRATMA SAHITAGUNA menyediakan penjualan tepung onggok

Jasa Transportasi

PT INDRATMATRANS menyediakan jasa transportasi antar daerah

Tampilkan postingan dengan label terigu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terigu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Membuat Tepung Terigu

Tepung Terigu

Tepung atau bubuk halus yang berasal dari biji gandum yg dikupas dan dihaluskan merupakan defini tepung terigu.Tepung ini dibuat dari bagian dalam gandum saja, setelah melalui beberapa proses dan pembuangan bagian luarnya yang keras dan banyak mengandung serat (disebut wheat bran) dan bagian paling kecil dari inti biji gandum yang mengandung banyak vitamin dan mineral.

Tepung terigu mengandung banyak zat pati, Zat pati yang dimaksud ini adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Tepung terigu juga mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang terbuat dari bahan terigu.

Lalu bagaimana dengan proses pembuatannya. Pembuatan tepung terigu melewati beberapa tahapan agar mendapatkan hasil yang berkuantitas dan berkualitas. Berikut adalah contoh proses pembuatannya yang akan kami ulas.


Bahan dan Alat


  • Biji gandum
  • Mesin Penggiling/penumbuk (untuk menghaluskan biji gandum)
  • Mesin pendingin


Proses pembuatan terigu:

1. Melakukan Seleksi Pada Gandum dan Pembersihan

Proses ini merupakan tahap awal dalam pembuatan tepung terigu. Gandum yang telah dipanen akan diklasifikasikan berdasarkan varietas dan kualitasnya.
Gandum yang telah dikelompokkan kemudian dibersihkan dari benda-benda asing seperti bebatuan, debu, atau sekam yang tak sengaja terbawa ketika proses panen dilakukan. Gandum juga akan diberikan cairan khusus agar kulit ari gandum menjadi lebih mudah diproses.


2.Gristing

Proses gristing adalah proses mencampurkan gandum dengan sejumlah gluten atau jenis gandum lainnya. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk memperoleh kandungan tepung terigu sesuai yang diinginkan. Misalnya untuk mendapatkan tepung terigu berprotein tinggi, akan ditambahkan gluten dengan kadar protein yang tinggi.


3.Melakukan Penggilingan

Gandum dimasukkan ke dalam mesin berbentuk gulungan untuk memisahkan kulit ari dengan bagian dalamnya yang berwarna putih. Proses penggilingan pertama ini tak akan menghancurkan bagian inti gandum. KEmudian kulit ari yang telah terpisah dari inti gandum akan disaring beberapa kali agar tidak terbawa ke proses kedua. Pada proses penggilingan yang kedua ini, gandum akan mulai digiling hingga berubah bentuk menjadi serbuk tepungberwarna putih.

4.Proses Pendinginan

Pada proses ini setelah memalui proses penggilingan memalui mesin kondisi tepung terigu menjadi hangat yang berakibat jika dikemas akan memperpendek masa hidup tepung terigu itu sendiri (cepat rusak). hal ini juga bertujuan agar mendapatkan tepung terigu yang matang agar memungkinkan adonan menjadi lebih awet, lebih kering danlebih mudah diolah dengan mesin, sehingga mutu adonan menjadi lebih baik. Untuk mendapatkan pembentukan gluten yang sempurna, umur tepung minimal 7 hari setelah digiling pada saat proses pembuatan tepung terigu

Demikian cara pembuatan tepung terigu, semoga bermanfaat

Silakan kunjungi: indratma-sahitaguna.com

Kamis, 19 Mei 2016

Jenis Tepung Terigu

Tepung Terigu

Tentu kebanyakan dari kita mengetahui apa itu tepung, lalu dari beberapa jenis tepung yang digunakan untuk membuat aneka makanan seperti halnya kue dan jajanan lainnya yaitu dikenal dengan nama tepung terigu. Sebagian besar orang mengenal tepung terigu hanyalah satu macam saja, akan tetapi tepung terigu ternyata digolongkan di beberapa jenis. Ada beberapa jenis tepung terigu yang masih belum diketahui beberapa orang awam. Yang dimaksud golongan tepung terigu ini adalah dibedakan berdasarkan protein atau kandungan gizi di dalamnya.




Jenis Tepung Terigu

Secara umum berdasarkan kadar gluten atau  yang sering kita dengar dengan nama protein, dibedakan menjadi 3 jenis tepung terigu. Dan perlu dicatat bahwa kadar protein ini menentukan elastisitas dan tekstur sehingga penggunaannya disesuaikan dengan apa yang akan dibuat atau untuk apa tepung terigu ini digunakan yaitu bias dilihat dari jenis dan spesifikasi adonan yang akan dibuat.  Sehingga dalam hasil yang dihasilkannya juga tidak akan mengecewakan maka akan sesuai harapan.




Berikut ini 3 jenis tepung terigu berdasarkan protein / gizi yang terkandung:

1. Protein Tinggi

Tepung ini mengandung kadar protein sekitar 11%-13% atau bahkan bias lebih. Apabila terkena atau tercampur bahan cair, maka glutennya akan mengembang dan saling mengikat dengan kuat membentuk adonan yang sifatnya liat. Maka dalam hal ini sangat diperlukan oleh adonan dengan sifat elastis maupun yang memerlukan sifat kokoh seperti mi, roti, pasta, kulit martabak telur, pita bread, donat, croissant/puff pastry, sus/cream puff. Akan tetapi jangan gunakan ini untuk membuat kue kering atau kulit pie.

2. Protein sedang

Tepung ini kadar protein berkisar antara 8%-10%. Biasanya digunakan pada adonan yang memerlukan tekstur lembut, dan walaupun memiliki tekstur lembut namun masih bisa mengembang seperti cake. Tepung terigu jenis ini sangat fleksibel penggunaannya, baik untuk gorengan, kue tradisional (kukus), pancake, wafel hingga aneka jenis cake. Tepung jenis ini merupakan tepung yang bisa mengembang jika ditambah bahan cair dan dipanaskan. Biasanya dalam penggunaannya digunakan untuk poffertjes, muffin, fruitcake, waffle dll. Bisa dibuat sendiri hanya dengan menambahkan 1 sdt baking powder ke setiap 200-250gr tepung terigu protein sedang, aduk sampai rata lalu ayak dan simpan dalam wadah yang tertutup rapat dan tidak terkena paparan matahari langsung serta tidak di tempat yang lembab.

3. Protein Rendah

Tepung ini kadar protein sekitar 6%-8%, Biasanya digunakan untuk membuat adonan yang bersifat renyah atau crispy. Bagus untuk coating pada gorengan, bahkan membuat cookies, pie crust, shortbread. Akan tetapi jangan mencoba-coba menggunakan tepung ini untuk membuat roti, donat dan sejenisnya, karena hasilnya tidak akan maksimal. Tapi tak perlu khawatir jika anda ingin membuat cake dengan tepung ini. KArena tepung ini masih bisa digunakan untuk membuat cake.

Silakan kunjungi: indratma-sahitaguna.com